Keberhasilan mencapai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) 2,60 dengan Kategori Baik pada tahun 2024, telah memicu motivasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo untuk mencapai hasil lebih baik pada Penilaian Mandiri (PM) Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026. Hal itu tergambar dari dilaksanakannya Rapat Teknis Penginputan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) PM EPSS Tahun 2026 yang berlangsung pada Hari Rabu Tanggal 13 Mei 2026 di Ruang Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Bungo.

Rapat Teknis yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bungo H. Deddy Irawan, S.E., M.M., dihadiri oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bungo sekaligus Ketua Tim Penilai Internal (TPI) EPSS Kabupaten Bungo Redawati, S.P., M.E., Kepala BPS Kabupaten Bungo Ardiansyah, S.ST., M.E., M.H., serta Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bungo sekaligus Anggota TPI EPSS Kabupaten Bungo Drs. Toto Tohiruddin. Rapat juga dihadiri oleh Anggota TPI EPSS Kabupaten Bungo dari Unsur Bappeda, yaitu Dr. Auri Adham Putro, S.Sos., M.Si, Dr. Yunardi, S.KM., M.Kes, dan Dr. Aminah, S.Sos., M.M. serta dari Unsur Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Persandian Neti Herawati, S.Kom.

Dalam kesempatan menyampaikan arahan, H. Deddy Irawan, S.E., M.M. menegaskan tentang komitmen Pemkab Bungo untuk meningkatkan capaian IPS Tahun 2026. Asisten Ekbang Setda Kabupaten Bungo ini juga mengingatkan agar 2 (dua) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi sampel penilaian, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Dukcapil, untuk mempersiapkan secara optimal semua data dukung (evidence) yang akan dinilai.
Di sisi lain, Redawati, S.P., M.E. menekankan tentang telah ditetapkannya IPS menjadi salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bungo Tahun 2025-2029, sebagai salah satu instrumen untuk mengukur reformasi birokrasi dan kualitas pelayanan data publik. Kepala Bappeda Kabupaten Bungo ini juga mengingatkan agar TPI EPSS dan 2 OPD sampel untuk tidak lengah, lantaran jika capaian IPS ?2,60 maka otomatis Kategori Baik gagal untuk dipertahankan.

Sementara itu, dalam kapasitas sebagai Tim Penilai Badan (TPB) sekaligus penyelenggara evaluasi dan Pembina Data Statistik, Ardiansyah, S.ST., M.E., M.H. mengharapkan agar 2 OPD sampel benar-benar serius dalam menginput evidence penilaian, yang mencakup 5 domain, 19 aspek, dan 38 indikator. Kepala BPS Kabupaten Bungo ini juga mengingatkan TPI EPSS dan 2 OPD sampel untuk benar-benar siap, karena kabupaten/kota lain dalam Provinsi Jambi juga berlomba-lomba untuk mencapai hasil yang lebih baik juga.
Sementara itu, sebagai salah satu OPD sampel, Drs. Toto Tohiruddin menyatakan kesiapannya untuk mengikuti PM EPSS Tahun 2026. Kadis Dukcapil ini bahkan telah menginstruksikan Person in Charge (PIC) dari Dinas Dukcapil (Desmon Aritonang, S.STP) untuk kooperatif dalam mempersiapkan semua evidence yang diperlukan.

Rapat Teknis juga diisi dengan penyampaian materi tentang Indikator-indikator EPSS Tahun 2026 yang dipresentasikan oleh Iffati Uzma, S.Tr.Stat (Pranata Komputer Ahli Pertama pada BPS Kabupaten Bungo). Penyampaian materi juga diselingi dengan diskusi interaktif di antara sesama peserta rapat. Pada sesi ini, PIC dari Dinas Kesehatan yaitu Febrianda Putra, AM.Kep dan Nuraini Siregar, A.MS tampak komunikatif dalam merespon potensi evidence yang akan dipenuhi.
Rapat Teknis berlangsung setengah hari dan merekomendasikan untuk penjadwalan (kembali) penginputan evidence, sebelum tiba batas waktu (deadline) pada tanggal 31 Mei 2026.
Berita Terkait
Pemkab Bungo dan UPT Loka POM Bersinergi untuk Sukseskan PM KKPA 2026
Pemkab Bungo dan UPT Loka POM Bersinergi untuk Sukseskan PM KKPA 2026
Pemkab Bungo dan BPS (kembali) Canangkan Desa Cantik 2026
Pemkab Bungo dan BPS (kembali) Canangkan Desa Cantik 2026