Kondisi infrastruktur yang belum optimal sehingga melemahkan konektifitas antar-wilayah, mendominasi pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangkec) Pelepat Ilir Tahun 2027. Kegiatan perencanaan tahunan yang dibuka secara resmi oleh Camat Pelepat Ilir Iqra’ Sugandi, S.STP., M.IL berlangsung hari ini (Selasa, 10 Februari 2026).


Tampak hadir pada kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pelepat Ilir antara lain Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pelepat Ilir, Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Kabupaten Bungo, Para Datuk Rio Se-Kecamatan Pelepat Ilir, Ketua Tim Penggerak PKK Pelepat Ilir, Direktur RSUD Tipe D Kuamang Kuning, dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya. Bahkan 5 orang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo dari Daerah Pemilihan (Dapil) II turut hadir, antara lain Jumari (Ari) Wardoyo, Slamet Riyadi, Kasbudi, Rahmat Arpison, dan Edo Maizaki.


Kehadiran Bappeda Kabupaten Bungo pada forum perencanaan rutin tahunan ini diwakili oleh Tim I, yang terdiri dari Ketua Tim Dr. Auri Adham Putro, S.Sos., M.Si (Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam), Dr. Aminah, S.Sos., MM (Perencana Ahli Muda), Hadis Setiawati, S.E. (Analis Perencanaan), dan M. Ryan Bendra Valdo, S.Kom. Dalam arahannya, Ketua Tim I  menegaskan tentang pentingnya perencanaan berbasis Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Selain itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappeda ini juga mengajak seluruh unsur pemerintah dusun untuk bisa menerima keterbatasan kondisi fiskal daerah saat ini.


Hasil rekapitulasi input usulan pada Aplikasi SIPD, tercatat ada 94 usulan yang berasal 17 dusun yang ada di Kecamatan Pelepat Ilir dan sebagian besar terdiri dari usulan yang berkaitan dengan infrastruktur. Musrenbangkec Pelepat Ilir diakhiri dengan penyerahan Berita Acara Hasil Musrenbangkec dan Daftar Usulan Prioritas Kecamatan Pelepat Ilir dari Camat Pelepat Ilir kepada Ketua Tim I.