Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
BERANDA     PUBLIKASI     GALLERY     BUKU TAMU    


PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Jl. R. M. Thaher No. 504
MUARA BUNGO - 37214
Telp. 0747-21476


Beranda

Profil Bappeda

Produk Bappeda

Dokumen Perencanaan

Unit Kerja Bappeda

Ringkasan APBD

Program Unggulan Bungo

Perda RTRW Kab. Bungo

Profil Bandara

Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bungo

Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Bungo

Laporan Pembangunan

Data Statistik

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintah Kabupaten Bungo

  PENCARIAN DATA :

Gallery Foto

  

Batas Administrasi Kecamatan

Potensi Perkebunan

Database Pendidikan/Sekolah

Kawasan Hutan

Database Infrastruktur (Jalan)

Menurut anda, bagaimana isi materi dari website ini ?

 Cukup Lengkap
             30%
 Cukup
             14%
 Kurang Lengkap
             56%

 
User ID :
Password :
 

JADWAL PENERBANGAN BANDAR UDARA MUARA BUNGO

Jakarta - Ma.Bungo (Selasa 14.30, Kamis 14.30, Jum'at 14.30, Minggu 14.30); Ma.Bungo - Jakarta (Selasa 15.45, Kamis 15.45, Jum'at 15.45, Minggu 15.45)

Official website Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bungo http://bappeda.bungokab.go.id

18-04-2016  BPBD Himbau Warga Waspada Banjir
Muara Bungo- Intensitas turunnya hujan di Kabupaten Bungo dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini mengalami peningkatan. Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap musibah banjir. Hal itu disampaikan kepala BPBD, Kesbangpol Kabupaten Bungo H Indones ketika dikonfirmasi kemarin (17/4).
Ditegaskan Indones, berdasarkan pemberitahuan dari BMKG Provinsi Jambi, maka bulan April masih masuk dalam massa puncaknya musim penghujan di Kabupaten Bungo dan sekitarnya. “ April ini masih dalam status siaga, karena musim hujan diperkirakan sampai akhir April ini dan musim kemarau baru pada minggu pertama bulan Mei mendatang,”katanya. Diakuinya meskipun hujan meningkat, akan tetapi tidak ada laporan terjadi banjir di Kabupaten Bungo dalam beberapa hari terakhir ini.

12-04-2016  Pemkab Usulkan Beras 11.160 Ton ke CPPD
Muara Bungo- Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Kantor Ketahanan pangan Kabupaten Bungo mengusulkan bantuan beras sebanyak 11.160 Ton kepada Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Provinsi Jambi. Hal ini diakui Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo H.Ali Abdulloh ketika dikonfirmasi kemarin (11/4). “Kita sudah mengirim surat kepada Gubernur Jambi untuk meminta bantuan beras untuk korban banjir di Dusun Batu Kerbau Kecamatan Pelepat” ungkap Ali Abdulloh.
Dijelaskannya, melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, warga yang menjadi korban banjir mendapatkan beras untuk kebutuhan pasca bencana selama dua bulan yaitu Maret dan April. “pada bulan Maret lalu kita sudah menerima bantuan beras dari CPPD Provinsi Jambi sebanyak 17.811 Ton, untuk Dusun Batu Kerbau dan dusun Baru pelepat,” katanya.
Sementara untuk bulan April pihaknya mengajukan bantuan beras sebanyak 11.160, dengan rincian perjiwa akan mendapat bantuan 0,33 gram perhari, jumlah kepala keluarga yang menerima berjumlah 319 KK dan 1200 jiwa. Namun untuk di bulan April hanya untuk Dusun Batu Kerbau saja sementara untuk Dusun Baru Pelepat tidak lagi. Dia menambahkan bantuan tersebut harus atas persetujuan dari Gubernur Jambi, karena itu pihaknya sudah mengirim surat atas nama Bupati Bungo yang ditandatangani oleh Wakil Bupati ke Gubernur Jambi beberapa waktu lalu. Tinggal menunggu turunya bantuan tersebut.

12-04-2016  Hutbun Sediakan 25.000 Bibit Karet dan Sawit
Muara Bungo – Meski terjadi pemangkasan anggaran di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Bungo, Namun Dinas Kehutanan dan Perkebunan masih mengupayakan untuk tetap memberikan bantuan bibit karet dan sawit kepada masyarakat miskin. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bungo, Ishak menyebutkan sedikitnya 25.000 bibit karet dan sawit untuk lahan seluas 50 ha disiapkan khusus untuk masyarakat miskin tahun ini. Dalam penyaluran nantinya kata Ishak, pihaknya mengutamakan masyarakat miskin. “Kita akan seleksi terlebih dahulu, kita utamakan masyarakat miskin yang punya lahan. Yang tidak punya lahan ya nanti dulu,” paparnya. Sementara mengenai pembangunan jalan produksi, Ishak mengaku ditiadakan. Hal ini karena tidak adanya anggaran untuk pembangunan jalan produksi. Meski demikian, pembangunan jalan produksi dialihkan ke Dana Desa. “Kita berharap tetap dapat dibangun mengunakan Dana Desa, jadi nanti kami sebagai konsultan saja,” pungkasnya

24-02-2016  SOSIALISASI PEMANFAATAN DATABASE POTENSI RUANG MIKRO SECARA SPASIAL DAN SOSIAL SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN ARAH PEMBANGUNAN DUSUN
Muara Bungo- bertempat di Aula Cempaka Kuning Bappeda Kabupaten Bungo tanggal 23 Februari 2016. KKI-Warsi berkerjasama dengan Bappeda Kabupaten Bungo mengadakan acara sosialisasi pemanfaatan database potensi ruang mikro secara spasial dan sosial sebagai dasar penyusunan arah pembangunan dusun. Sosialisasi ini dihadiri oleh bapak Setda Kabupaten Bungo Ridwan Is, MM, Kepala Bappeda Deddy Irawan,SE.,MM, serta semua camat yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo. Dalam sambutannya, bapak Ridwan IS, MM memberikan apresiasi dan beliau berharap agar kedepannya pembangunan di kabupaten bungo lebih tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di dusun serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan yang ada. Bapak Deddy Irawan,SE., MM selaku Kepala Bappeda Kabupaten Bungo juga menekannkan bahwa pada tahun 2016 anggaran yang dikucurkan ke dusun sangat besar yang terdiri dari dana desa, ADD, serta dana program Bupati terpilih Dusun Membangun. Diharapkan dapat dipergunakan oleh pemerintah desa secara bijak dan dikelola berdasarkan kebutuhan yang ada di dusun. Beliau juga menyampaikan dana yang ada di dusun dipergunakan untuk memperkuat peran dusun sebagai subjek sekaligus objek pembangunan, serta dalam membangun dusun diperlukan sinergi dan sinkronisasi perencanaan dusun dengan perencanaan pembangunan daerah. Karena dengan adanya dana di dusun akan mengubah paradigma membangun dusun menjadi dusun membangun.

22-02-2016  Ratusan Warga Terserang DBD
Muara Bungo- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menghantui sejumlah daerah. Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Di Bungo kasus DBD kini makin memuncak pada Januari 2016. Diknes Bungo mencatat ada 62 kasus, pada Februari 2016 kasus DBD meningkat hampir tiga kali lipat. Kepala Dinkes Bungo, Hj Nurfa Usdiaty mengimbau masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue karena ditemukan 183 kasus mulai Januari hingga Februari 2016. “jumlah penderita DBD di Bungo sampai akhir Januari 2016 mencapai 62 orang dan hingga pertengahan Februari 2016 ada 121, yang meninggal 2 orang,”tuturnya. Ia mengatakan, pihaknya serius dalam menangani kasus ini. Bahkan katanya, beberapa kali pihaknya telah mengumpulkan seluruh Kepala Puskesmas diseluruh Kecamatan dan Dusun yang ada di Bungo untuk mencari solusi dalam mengatasi penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti ini. Pihaknya meminta masyarakat mengaktifkan kembali gotong royong untuk kebersihan lingkungan. Kebersihan lingkungan itu antara lain gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga 4M plus (mengurus, menutup, mengubur, memantau) sedangkan plusnya jangan menggantung pakaian, memelihara ikan, hindari gigitan nyamuk, dan membubuhkan abate.

18-02-2016  BAPPEDA Akan Kumpulkan SKPD Bahas Usulan Musrenbang Kecamatan
Muara Bungo- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan se Kabupaten Bungo telah selesai dilaksanakan. Hal ini dikatakan oleh kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bungo Deddy Irawan ketika dikonfirmasi kemarin (16/02). Musrenbang yang di mulai sejak 9 Februari, semua kecamatan sudah tuntas melaksanakan Musrenbang. Dikatakan Deddy Irawan, tahapan selanjutnya adalah pihaknya akan mengumpulkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membahas dan mensingkronkan program yang ada di SKPD dengan usulan dari masyarakat melalui Musrenbang. Selanjutnya setelah forum SKPD tersebut, tahap selanjutnya adalah Musrenbang tingkat Kabupaten Bungo, yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret. Ketika ditanyak usulan apa yang paling banyak diusulkan masyarakat dalam Musrenbang tingkat kecamatan, Deddy Irawan mengatakan masalah infrastruktur masih yang paling banyak diusulkan masyarakat. Menurutnya, Musrenbang Kecamatan merupakan bagian dari upaya untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk mendapatkan hasil program dan kegiatan yang terbaik bagi pembangunan kelanjutan di Kabupaten Bungo tahun 2017 mendatang. Karenanya diskusi komisi yang sering diwarnai dengan pengungkapan pendapat atau argumentasi yang tajam merupakan hal yang terbaik dan positif. Sebab, hal ini menunjukan sesuatu itikad baik, kepedulian yang tinggi bagi semua golongan untuk membangun kabupaten bungo kedepannya.

07-01-2016  Pejabat Kompak Pakai Teluk Belango Saat Peringatan HUT Provinsi Jambi
Muara Bungo- Seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo kemarin (6/11), kompak memakai baju teluk balango dan peci hitam untuk yang laki-laki , sementara yang perempuan menggunakan baju kurung dan tekuluk yang merupakan pakaian khas masyarakat Jambi. Saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke 59 tahun 2016 di lapangan upacara kantor bupati Bungo. Upacara yang dipimpin oleh Sekda H Ridwan Is kemarin berlangsung Khidmad. Dalam kesempatan itu Sekda selaku pembina upacara juga membacakan sambutan Pj Gubernur Jambi, kemudian Leni Alpira anggota DPRD Bungo membaca sejarah singkat berdirinya Provinsi Jambi. Pada kesempatan itu Sekda berharap kepada masyarakat Kabupaten Bungo untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga mampu bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai berlaku pada tahun 2016 ini. Selain itu Sekda Pemerintah Provinsi Jambi lebih khusus pemerintah Kabupaten Bungo berharap Provinsi Jambi dan Kabupaten Bungo bisa sejajar dengan provinsi dan kabupaten yang sudah maju di beberapa wilayah di Indonesia. Upacara peringatan HUT Provinsi Jambi sengaja dilaksanakan dengan menggelar upacara dan memakai pakaian tradisional khas Jambi tujuannya untuk memberitahu kepada masyarakat bahwa saat ini sedang ada peringatan HUT Provinsi Jambi. Dia berharap semua masyarakat Provinsi Jambi khususnya yang ada di Kabupaten Bungo ikut merayakan HUT Provinsi Jambi.

07-01-2016  Pemkab Bungo Siapkan 100 Ton Beras Untuk Korban Banjir
Muara Bungo- Pemerintah Bungo Kabupaten(Pemkab) Bungo semakin meningkatkan Kewaspadaan terhadap banjir. Semakin tingginya curah hujan di bumi langkah serentak limbai seayun terakhir. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah bantuan sembako bila nati ada korban. Informasi terbaru pemkab bungo melalui dinas sosial ketenaga kerjaan dan transmigrasi (sosnakertrans) sudah menyiagakan 100 ton beras untuk dibagikan kepada warga bila ada korban. Ratdyoso Kepala Dinas Sosnakertrans kemarin (6/12) mengatakan tidak mau kekurangan stok lagi sehingga semua masyarakat yang tertimpa musibah banjir bisa mendapatkan beras yang cukup. Jika terjadi musibah, Dinas Sosnakertrans Kabupaten Bungo siap mendistribusi kan bantuan terutama beras sehingga dapat mengurangi dampak dari musibah banjir.
Kemudian katanya pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa kebutuhan sembako lainya seperti mie instan, dan beberapa kebutuhan pokok lainya. Selain itu juga sudah menyiapkan logistik seperti selimut dan peralatan masak, itu semua akan didistribusikan jika sewaktu-waktu terjadi musibah banjir. Sementara itu dampak dari derasnya hujan dalam beberapa hari ini adalah meningkatkannya debit air Sungai Batang Bungo dan Sungai Batang Tebo. Akibatnya pemerintah Kabupaten Bungo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan sedikitnya 9 kecamatan di Kabupaten Bungo masuk kedalam rawan terjadi banjir. Sembilan kecamatan yang rawan terjadi banjir adalah Kecamatan Rantau Pandan, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kecamatan Bungo Dani, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kecamatan Pelepat, Kecamatan Pelepat Ilir, Kecamatan Bathin III, Kecamatan Bathin II Babeko Dan Kecamatan Jujuhan.

05-01-2016  Kehadiran PNS Capai 92 Persen
Muara Bungo- Tingkat kehadiran Pegawai Negri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo mencapai 92 Persen. Hal ini berdasarkan absen kehadiran PNS pada hari pertama kerja di tahun 2016. “ Setelah kita periksa absen dari SKPD dan laporan dari masing-masing Camat saat upacara kemarin, sekitar 92 persen PNS sudah masuk kerja pasca libur tahun baru,” ungkap Asisten I Setda Bungo H Usman Hasibuan Kemarin (4/1).
Dengan demikian katanya PNS di Kabupaten Bungo yang tidak hadir pada hari pertama kerja setelah pada tahun 2016 ini ada sekitar 8 persen. Akan tetapi PNS tersebut tidak dikategorikan bolos, karena tidak hadir adalah sedang cuti tahunan, kemudian ada lagi yang izin karena sakit atau karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Diakuinya, pemerintah memberi hak kepada setiap PNS untuk cuti satu kali dalam satu tahun. Sehingga setiap PNS bisa mengambil cuti satu kali dalam satu tahun, dengan catatan mendapat izin dari Bupati Bungo. Ditambahkan Usman, Pemerintah Kabupaten Bungo akan terus berupaya untuk mendisiplinkan PNS, sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa optimal. Apalagi pada tahun 2016 ini, pelayanan kepada masyarakat diharapkan terus ditingkatkan, sehingga masyarakat mendapat pelayanan yang optimal. “Pada tahun 2016 ini kita berharap PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo dapat meningkatkan kinerja, karena semangat ditahun baru harus lebih lagi,”ujarnya.

31-12-2015  Disperindag Ingatkan Pedagang Beras
Muara Bungo- Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Kop UMKM Perindustriaan dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bungo meminta seluruh masyarakat daerah ini untuk berhati-hati dalam membeli beras. Sebab menurut Kepala Bidang Perdagangan, M Syarif tidak tertutup kemungkinan beras oplosan yang banyak beredar di daerah lain juga adayang dijual para pedagang di daerah ini. “ Adapun yang dimaksud beras oplosan adalah beras kualitas baik dicampur dengan beras kualitas rendah,” terangnya selasa (29/12).
Selain masyarakat, M Syarif juga mengingatkan agar para pedagang didaerah ini untuk tidak menjual beras oplosan. Sebab, penjualan beras oplosan itu sangat merugikan karena masyarakat menjadi tertipu dengan mengeluarkan uang yang banyak untuk mendapatkan beras yang sudah tidak layak lagi dikonsumsi, maka para penjualnya dapat dijerat atau dikenai sanksi hukum misalnya, dengan undang-undang tentang perlindungan konsumen.
Mengenai ciri-ciri beras oplosan dapat dilihat dariwarna air saat beras itu dicuci. “ Beras kalau dicuci airnya akan menjadi keruh. Bila saat dicuci airnya tetap jernih, kemungkinan besar beras tersebut merupakan beras oplosan,” ujar M Syarif seraya mengatakan tidak berubahnya air saat beras dicuci bisa dipastikan karena beras itu menggunakan pemutih.

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22 

GALLERY

SISTEM PUSAT KEGIATAN

SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI DARAT

SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI DARAT

SISTEM JARINGAN PERKERETAAPIAN

SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI UDARA

SISTEM JARINGAN ENERGI DAN KELISTRIKAN

Hal : 1 2 [ 3 ] 4 5 

INFORMASI PENGUNJUNG :

IP Address : 54.162.44.105
Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 77582

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

2048
3246
1873
1716
921
2334

12-2016

01-2017

02-2017

03-2017

04-2017

05-2017